BICARA ITU ADA DAKWAHNYA
Semesta Bacaan

BICARA ITU ADA DAKWAHNYA

Rp 90.000
Informasi Buku
Penulis H. M. Yunus Hasyim, M.I.Kom.
Tebal 284 halaman
Ukuran 15.5 × 23 cm
Kertas Isi HVS
Sampul Soft Cover
ISBN -
Versi Ebook -
Tahun Terbit 2026
Penerbit Bacaan Media
Tentang Buku
Dakwah tidak selalu hadir melalui ceramah panjang di hadapan banyak orang. Terkadang, dakwah justru tumbuh dari percakapan sederhana, nasihat yang disampaikan dengan bijaksana, atau kesediaan mendengarkan seseorang yang sedang menghadapi persoalan hidup. Setiap perkataan memiliki kekuatan untuk membangun kedekatan, menumbuhkan kepercayaan, dan membuka jalan menuju perubahan. Namun, menyampaikan pesan agama bukan hanya persoalan menguasai materi atau berbicara dengan lancar. Diperlukan kepekaan untuk memahami keadaan, perasaan, dan kebutuhan orang lain agar pesan yang disampaikan benar-benar bermakna.

Buku Bicara Itu Ada Dakwahnya: Seni Komunikasi Interpersonal dalam Penyuluhan Agama Islam mengajak pembaca memahami hubungan antara komunikasi, dakwah, dan kehidupan masyarakat. Berangkat dari kajian teori serta pengalaman penyuluhan agama Islam, buku ini membahas seni membangun hubungan, keterampilan mendengarkan, penggunaan bahasa yang santun, penyampaian nasihat tanpa menghakimi, hingga cara menghadapi perbedaan karakter dan budaya masyarakat. Pembaca juga diajak mengenali berbagai hambatan komunikasi, pentingnya keteladanan, serta tantangan dakwah di tengah perkembangan media digital. Seluruh pembahasan disajikan dengan menghubungkan konsep komunikasi interpersonal dan praktik penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui bahasa yang mengalir dan mudah dipahami, buku ini memberikan wawasan bagi penyuluh agama, pendakwah, pendidik, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara lebih bijaksana dan manusiawi. Buku ini mengingatkan bahwa keberhasilan dakwah tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pesan yang disampaikan, melainkan juga oleh kemampuan menghadirkan pemahaman, menjaga hubungan, dan menghargai sesama. Sebab, dakwah yang menyentuh hati tidak selalu membutuhkan banyak kata. Kadang, satu kalimat yang tulus dan disampaikan pada waktu yang tepat dapat membawa kebaikan yang jauh lebih berarti.