Semesta Bacaan
Jejak Kerajaan Besar Indonesia
Rp
39.200
20% OFF
Informasi Buku
| Penulis | Ajeng R. Indrianti, Andri Valen, dan Aufi Humaidah |
| Tebal | 140 halaman |
| Ukuran | 21 × 23 cm |
| Kertas Isi | HVS (BW) |
| Sampul | Soft Cover |
| ISBN | Masih Dalam Pengajuan |
| Versi Ebook | - |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penerbit | Bacaan Media |
Tentang Buku
Sejarah Nusantara bukan hanya tentang nama kerajaan, raja, dan tahun. Di dalamnya ada cerita tentang manusia yang hidup, berdagang, berlayar, bertani, membangun tempat tinggal dan pusat kehidupan, menjalankan kepercayaan, berkarya, serta berhubungan dengan masyarakat dari berbagai wilayah. Jejak kehidupan itu masih dapat kita lihat hingga sekarang melalui candi, prasasti, masjid, istana, naskah, seni, tradisi, bahasa, dan berbagai peninggalan budaya.
Jejak Kerajaan Besar di Nusantara: Sejarah, Budaya, Masyarakat, dan Warisan Peradaban mengajak pembaca mengikuti perjalanan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, mulai dari Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, dan Majapahit hingga Samudra Pasai serta berbagai kesultanan. Kisahnya tidak hanya berkutat pada pergantian kekuasaan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat, perdagangan, pelayaran, agama, kebudayaan, dan hubungan antardaerah.
Dari perjalanan masa lalu tersebut, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Nusantara membangun kehidupan dan meninggalkan berbagai warisan yang masih hadir di sekitar kita. Candi, masjid, prasasti, bangunan, karya seni, tradisi, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak benar-benar jauh. Warisan itu dapat dikenali kembali, dirawat, dan diperkenalkan kepada generasi sekarang dengan berbagai cara, termasuk melalui teknologi.
Jejak Kerajaan Besar di Nusantara: Sejarah, Budaya, Masyarakat, dan Warisan Peradaban mengajak pembaca mengikuti perjalanan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, mulai dari Sriwijaya, Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, dan Majapahit hingga Samudra Pasai serta berbagai kesultanan. Kisahnya tidak hanya berkutat pada pergantian kekuasaan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat, perdagangan, pelayaran, agama, kebudayaan, dan hubungan antardaerah.
Dari perjalanan masa lalu tersebut, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Nusantara membangun kehidupan dan meninggalkan berbagai warisan yang masih hadir di sekitar kita. Candi, masjid, prasasti, bangunan, karya seni, tradisi, dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak benar-benar jauh. Warisan itu dapat dikenali kembali, dirawat, dan diperkenalkan kepada generasi sekarang dengan berbagai cara, termasuk melalui teknologi.